Tampilkan postingan dengan label Objek Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Objek Wisata. Tampilkan semua postingan

Pantai Tanjung Tinggi


PARADISE BELITUNG TRAVEL -Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu pantai yang sangat indah, sering dijadikan tempat syuting film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi yang diangkat dari novel fenomenal karya anak muda Pulau Belitung Andrea Hirata. Jarak tempuh dari pusat kota Tanjungpandan 30 km. Disepanjang pesisir pantai berpasir putih bersih dihiasi batu-batu besar tertata rapi secara alam, membuat panorama sekitar sangat mempesona dan mengagumkan atas Kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta. Keistimewaan lain, mempunyai ombak yang tenang air yang bersih aman untuk berenang dan berperahu. Tak heran pantai ini selalu ramai dikunjung apalagi pada hari libur. Untuk mengenang kunjungan ketempat ini jangan lupa menyempatkan diri untuk berfoto dengan latar belakang papan yang bertuliskan “lokasi syuting film Laskar Pelangi”.
Bagi Anda penggemar makanan laut, di areal Pantai Tanjung Tinggi banyak restoran yang menawarkan seafood khas Belitung menjadi menu utama seperti :
1. Gangan kepala ikan ketarap
2. Pepes ikan bulat
3. Goreng cumi, udang atau rebus kepiting.

Jika anda ingin bermalam masih dalam kawasan ini terdapat Lor In Hotel and Resort.

Pantai Tanjung Kelayang


PARADISE BELITUNG TRAVEL -Pantai Tanjung Kelayang merupakan salah satu obyek wisata pantai yang terdapat di wilayah Kecamatan Sijuk. Tempat ini selalu menjadi tujuan favorit wisatawan. Jarak Tanjung Kelayang dari Pusat Kota Tanjungpandan 27 km, ada hal yang menarik dari pantai ini yaitu, tampak dengan jelas ditengah laut batu Kepala Burung Garuda, merupakan maskot Pantai Tanjung Kelayang berikut keanekaragaman letak posisi batu yang terkesan unik dan menarik. Setiap tahun pada bulan Oktober pantai Tanjung Kelayang dijadikan pusat titik labuh kapal layar para yachter yang tergabung dalam kegiatan Sail Indonesia.
Di Pantai Tanjung Kelayang terdapat cottage yang bangunannya disesuaikan dengan kondisi alam sebagai tempat wisatawan menginap dan bermalam disana. Disamping itu sudah berdiri Amphiteather, sebuah bangunan megah yang dapat dipergunakan untuk pertunjukan kesenian dan kegiatan lain.

Pantai Tanjung Pendam



PARADISE BELITUNG TRAVEL -Pantai Tanjung Pendam terletak di Kota Tanjungpandan dengan luas sekitar 22 hektar. Pantai ini berhadapan dengan Pulau Kalamoa, didalamnya ada tempat peribadatan masyarakat Thionghoa. Untuk memanjakan pengunjung tempat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas berupa :

1. Taman rekreasi
2. Panggung hiburan
3. Restoran
4. Pasar seni
5. Arena olah raga
6. Shelter dan fasilitas lainnya.

Pantai Bukit Berahu


PARADISE BELITUNG TRAVEL -Pantai Bukit Berahu terletak di Desa Tanjung Binga, 18 km dari Kota Tanjungpandan. Pantai ini memiliki sebuah restoran diatas bukit, sambil menikmati makanan anda dapat melihat pemandangan cantik nan mempesona. Dilengkapi kolam renang serta cottage yang bersih dan nyaman berada ditepi pantai sehingga membawa suasana sejuk dan menyenangkan.

Pulau Lengkuas


PARADISE BELITUNG TRAVEL -Pulau Lengkuas adalah salah satu primadona pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pulau ini merupakan satu dari ratusan pulau yang mengelilingi Pulau Belitung. Daya tarik utama di pulau ini adalah sebuah mercusuar tua yang dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1882. Hingga saat ini, mercusuar tersebut masih berfungsi dengan baik sebagai penuntun lalu lintas kapal yang melewati atau keluar masuk Pulau Belitung.
Secara spesifik, lokasi dari Pulau Lengkuas ini berada di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Keindahan panoramanya yang dihiasi dengan banyaknya batu granit yang unik, pasir putih dan air laut yang jernih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Belitung. Pulau kecil yang bisa dikelilingi dalam waktu 20 menit ini, bisa didatangi dengan perahu sewaan dari Tanjung Binga maupun Tanjung Kelayang.

Foto Galeri - Pulau Lengkuas : 


Pulau Kepayang


 Pulau Kepayang Merupakan salah satu gugusan pulau yang berada di Desa Tanjung Binga.

Dapat dicapai dengan menggunakan boat nelayan kira-kira 15 menit dari obyek wisata Tanjung Kelayang.

Selain dijadikan Pusat Konservasi Penyu dan Program Rehabilitasi Penanaman Terumbu Karang baru.

PARADISE BELITUNG TRAVEL -Tempat ini juga telah dilengkapi berbagai fasilitas berupa cottage, restoran yang penataannya disesuaikan dengan situasi alam setempat.

Kondisi Pulau dikelilingi batu-batu granit besar serta rimbunan pepohon kelapa dan fauna lainnya membuat suasana terasa lebih romantis.

Tak jarang tempat ini dijadikan sebagai tempat bulan madu bagi pasangan yang baru menjalani perkawinan.

Bintang Laut Di Pulau Pasir

PARADISE BELITUNG TRAVEL -Pulau Pasir hanya merupakan hamparan pasir yang tidak mempunyai pohon maupun batu-batu seperti tempat-tempat wisata lainnya. Namun keberadaannya selalu mendapat tempat dihati wisatawan karena keunikannya.

Apabila air laut surut pulau ini akan terlihat kepermukaan laut, saat itu anda dapat berjalan-jalan sambil berphoto dengan latar belakang batu granit dan pulau disekitarnya.

Dapat ditempuh dari Pantai Tanjung Kelayang dengan menggunakan boat nelayan selama 15 menit.
Kegitan lain yang dapat dilakukan disini adalah snorkeling dan berjemur.
Disamping itu juga wisatawan dengan mudah menjumpai bintang laut berukuran besar

Batu Satam Pulau Belitung


PARADISE BELITUNG TRAVEL -Batu Satam sangat terkenal di Pulau Belitong. Tugu di Simpang Lima Kota Tanjungpandan berikon batu satam raksasa. Batu berwarna hitam legam dengan lubang-lubang tersebut dijual sangat mahal. Misalnya satu kerikil batu satam seukuran kelereng ditawarkan seharga Rp 1 atau 2 juta rupiah. Mengapa begitu mahal?
Memang batu satam sangat sulit ditemukan, baik di Belitong maupun di tempat lain di Bumi ini. Kejadiannya memang sangat langka karena berhubungan dengan kejadian jatuhnya meteorit ke Bumi. Namun selama ini masyarakat Belitong selalu menganggap batu satam sebagai pecahan dari meteorit. Padahal batu satam sebenarnya adalah pecahan dari permukaan Bumi yang terkena hantaman luar biasa dahsyat dari meteorit yang jatuh dari luar angkasa. Ketika hantaman itu memburaikan tanah dan batuan di permukaan Bumi, mereka terlontarkan dan sempat mengalami pelelehan akibat suhu yang sangat tinggi untuk kemudian membeku kembali sebagai batu satam, atau dalam geologi istilahnya adalah tektit (tektite; dari bahasa Yunani yang bermakna ‘meleleh’).

Berikut bagaimana terbentuknya tektit (batu satam) yang diterjemahkan bebas dari wikipedia: tektit terdiri dari puing-puing terestrial (Bumi) yang terbentuk selama pembentukan kawah akibat hantaman meteorit. Selama kondisi ekstrim yang diciptakan oleh hantaman yang berasal dari luar angkasa itu, dampak hypervelocity (kecepatan yang sangat tinggi), tanah, sedimen atau batuan di permukaan Bumi entah meleleh, menguap, atau kombinasi dari keduanya, terlontar dari kawah hantaman meteorit. Setelah ejeksi dari kawah, materi lelehan cair yang terbentuk berukuran milimeter hingga sentimeter itu ketika kembali memasuki atmosfer, lalu dengan cepat didinginkan untuk membentuk tektites. Mereka dapat terlontar hingga ratusan atau bahkan ribuan kilometer jauhnya dari lokasi tumbukan.

Hasil diskusi dengan Ma’rufin Sudibyo di jejaring sosial, ahli astronomi yang bekerja di Kantor Agama Kebumen, Jawa Tengah, mengatakan bahwa secara teoritis tiap tumbukan benda langit memang memproduksi tektit. Namun kenyataannya sangat sedikit tektit yang masih dijumpai di sekitar kawah tumbukan pada saat ini. Tektit termuda dijumpai di Wabar, Saudi Arabia yang terbentuk kurang dari 2 abad silam. Jejak kawahnya pun masih ada meskipun hampir terbenam pasir ar-Rub’ al-Khali. Dari lebih dari 180 buah struktur produk tumbukan benda langit yang telah teridentifikasi dan telah valid, tak semuanya seberuntung Wabar.

Pada saat ini secara umum hanya ada tiga kawah produk tumbukan benda langit yang masih mengandung tektit di sekelilingnya, yakni Chesapeake Bay (umur +/- 35 juta tahun, diameter 95 km) di AS, Ries (+/- 14 juta tahun, diameter 24 km) di Jerman, dan Bosumtwi ( +/- 1 juta tahun, diameter 10 km). Populasi tektit terbesar ada di Australasia, meliputi hampir seluruh Asia Tenggara, Australia dan sebagian Samudera Hindia dan terbentuk pada 0,8 juta tahun silam, tetapi di sini belum ditemukan lokasi kawah tumbukannya.

Batu satam adalah tektit dan secara teknis disebut bilitonit. Ia merupakan bagian dari tektit Australasia, yang terbentuk +/- 0,8 juta tahun silam. Bilitonit masih sekeluarga (dan juga seumur) dengan javanit di pulau Jawa (misalnya yang tersingkap di Sangiran) dan tektit Muong-Nong di Indocina. Tektit Muong-Nong ini unik, karena jauh lebih berat (hingga 20 kg) dan berlapis-lapis, yang menunjukkan posisi sumber pembentuknya tak jauh dari lokasi sebaran tektit ini.

Sumber : http://blog.fitb.itb.ac.id/BBrahmantyo/?p=1714

Batu Granit Pulau Belitung


PARADISE BELITUNG TRAVEL -Kemunculan batu-batu granit di Kepulauan Bangka Belitung dalam bentuk bongkah-bongkah raksasa menarik perhatian. Secara geologi, batu-batu granit raksasa tersebut sebenarnya merupakan bagian dari suatu tubuh batuan beku yang menjadi batuan dasar Indonesia bagian barat yang disebut sebagai batolit. Sebaran batu granit ini sebenarnya tidak hanya dijumpai di Bangka Belitung saja, tetapi juga muncul di Kepulauan Riau hingga Semenanjung Malaysia, serta di kepulauan Natuna. Selain di tempat-tempat tersebut, batuan dasar yang berada di bawah Selat Karimata hingga Laut Cina Selatan, termasuk di sebagian Kalimantan bagian barat, juga tersusun dari batu granit. Secara geologi, batuan granit ini berumur Trias hingga Kapur, atau terbentuk kira-kira antara 200 juta tahun hingga 65 juta tahun yang lalu (Peta Geologi Lembar Belitung, Baharuddin dan Sidarto, 1995). 

Batuan ini merupakan hasil pembekuan magma yang bersifat asam, yaitu dengan kandungan silika yang tinggi lebih dari 65%. Dari peta geologi terlihat bahwa granit tertua berumur Trias (Triassic) tersebar di Belitung bagian barat laut, termasuk di Pantai Tanjungtinggi, Pulau Kepayang dan Pulau Lengkuas. Singkapannya dengan bongkah-bongkah besar berwara abu-abu terang, berkristal kasar hingga sangat kasar. Granit ini kaya akan mineral kasiterit primer. Umur absolutnya menurut penyelidikan Priem et al. 1975 (dalam Baharuddin dan Sidarto, 1995) 208 – 245 juta (Zaman Trias). Intrusi granit berikutnya berumur Zaman Jura (Jurasic)tersebar terutama di bagian selatan Belitung, di Pantai Penyabong, termasuk juga Bukit Baginde, dan Pantai Klumpang.

Granit ini pada peta geologi disebut Adamelit Baginda denganwarna abu-abu hingga kehijauan, berbutir kasar hingga sangat kasar dan banyak dijumpai xenolit (batuan lain yang masuk ke dalam intrusi) dan tidak mengandung kasiterit. Umur absolutnya menurut penyelidikan Priem et al. 1975 (dalam Baharuddin dan Sidarto, 1995) 106 – 208 – 245 juta (Zaman Jura). Intrusi granit paling muda adalah berumur Kapur (Cretaceous) tersebar di timur laut pulau Belitung, di Pantai Burungmandi dan Gunung Bolong – Tanjung, yang lebih intermedier dan dikenal sebagai Granodiorit Burungmandi, serta dalam sebaran terbatas di Gunung Batubesi dan Air Dengong sebagai Diorit Kuarsa Batubesi. Warnanya umumnya lebih gelap karena lebih banyak kandungan mineral berwarna gelap felspar. Butirannya sedang, tidak kasar. Umur absolutnya menurut penyelidikan Priem et al. 1975 (dalam Baharuddin dan Sidarto, 1995) 115 – 106 juta (Zaman Kapur).

Seluruh intrusi granit, granodiorit dan diorit ini menerobos batuan sedimen yang terlebih dahulu diendapkan pada Masa Paleozoik (Permo-Karbon), yaitu Formasi Kelapakampit berupa selang-seling batupasir-batulempung dan sisipan batuan sedimen lain, serta Formasi Tajam berupa batupasir kuarsa dengan sisipan batulanau. Itulah sebabnya kedua formasi batuan sedimen ini mengalami proses metamorfosis sehingga berubah menjadi metasedimen yang lebih keras. Selain itu formasi-formasi ini diterobos oleh urat-urat kuarsa yang banyak membawa mineral bijih primer kasiterit. Dari sisi mineralogi, jika kita amati batu granit, maka kita akan jumpai banyak mineral yang mudah dikenal, yaitu yang berwarna terang seperti kaca dengan bentuk tidak beraturan yang disebut sebagai mineral kuarsa.

Mineral lain yang biasanya muncul pada granit adalah K-felspar atau orthoklas dan plagioklas yang biasanya dicirikan oleh mineral-mineral memanjang berwarna coklat, merah muda pucat, atau putih. Mineral lain adalah biotit yang berwarna coklat pucat dengan bentuk pipih tipis sehingga disebut juga sebagai mika. Mineral lain dalam persentase yang sangat kecil adalah mineral-mineral mafik golongan felspar yang berwarna gelap, seperti hornblenda atau piroksen. Pada beberapa bongkah batu granit, kita juga sering menemukan batu lain yang tertanam di dalam granit. Batu lain ini juga berupa granit dengan warna atau tekstur yang berbeda. Dalam geologi batu yang tertanam di dalam granit disebut sebagai xenolit yang berarti batu asing. Proses kejadiannya adalah ketika magma menerobos ke atas (intrusi), sebagian batuan lain yang diterobos terpecah dan bongkahannya masuk ke dalam magma. Ketika seluruh magma ini membeku menjadi granit, batuan asing yang tercebur ke dalam magma itu pun ikut membeku bersama granit. Jenis granit dengan banyak xenolit biasanya juga mempunyai bentuk-bentuk kristal yang kasar. Granit seperti ini mempunyai istilah sendiri yang disebut sebagai pegmatit.

Granit membeku jauh di bawah permukaan Bumi pada kedalaman puluhan kilometer. Digolongkan kedalam batuan beku dalam yang membnetuk batolit. Oleh proses tektonik, batuan-batuan ini mengalami pengangkatan, bahkan beberapa mengalami pematahan dan peretakan. Akibat dari proses tektonik tersebut, batu granit yang tadinya berasal jauh di bawah permukaan Bumi, muncul ke permukaan Bumi. Selama proses pengangkatan granit dari bawah Bumi, tubuh granit mengalami deformasi. Tubuhnya retak-retak. Ketika tubuh granit yang retak-retak ini muncul di permukaan Bumi, proses pelapukan dan erosi atau abrasi mengikisnya melalui retakan-retakan. Akibat proses ini yang terjadi berulang-ulang selama ratusan hingga ribuan tahun, batu granit yang muncul di permukaan seolah-olah merupakan bongkah batuan yang terpisah-pisah. Padahal bongkah batu granit raksasa ini sebenarnya hanya bagian atas dari tubuh sangat besar batu granit yang ada di bawah permukaan Bumi.

Informasi dari para penyelam di sekitar Belitung, menyatakan bahwa tubir-tubir bawah laut terdiri dari lereng-lereng terjal batu granit yang menyambung antara satu pulau dengan pulau lainnya. Dari informasi para penyelam ini, informasi geologi terkonfirmasi bahwa pada kenyataannya, semua tubuh granit yang tersebar di Bangka-Belitung, Kepulauan Riau, Singapura, Semenanjung Malaysia, di bawah Selatan Karimata dan Laut Cina Selatan, Pulau Natuna dan sebagain Kalimantan Barat, menyatu. Dalam geologi dikenal sebagai batolit seperti telah diterangkan di awal tulisan ini.

Vihara Dewi Kwan Im


PARADISE BELITUNG TRAVEL -Vihara Dewi Kwan Im ini terletak di Kabupaten Belitung Timur, tepatnya di desa Burung Mandi. Vihara ini telah berumur lebih dari dua setengah abad, tepatnya mulai di bangun pada tahun 1747. Di tempat ini biasa di kunjungi sebagai tempat wisata Religi, namun bukan hanya untuk umat Budha saja. Tetapi bisa di kunjungi oleh umat agama lainnya yang ingin menikmati ke indahan bangunan atau pun pemandangan alam sekitar dari puncak bangunan vihara, karena vihara ini di bangun di atas bukit yang tertinggi di wilayah itu.

Tidak jauh dari lokasi Bangunan Vihara, terdapat sebuah pantai yang bernama Pantai Burung Mandi yang berjarak sekitar 1 Km dari vihara.

Foto Galeri -  Vihara Dewi Kwan Im : 

Pulau Babi



PARADISE BELITUNG TRAVEL -Pulau Babi Merupakan salah satu gugusan pulau yang berada di Desa Tanjung Binga,Kabupaten Belitung
Dapat dicapai dengan menggunakan boat nelayan kira-kira 10 menit dari obyek wisata Tanjung Kelayang. Kondisi Pulau dikelilingi batu-batu granit besar serta rimbunan pepohon kelapa dan fauna lainnya membuat suasana terasa lebih romantis. Tak jarang tempat ini dijadikan sebagai lokasi photo pre-wedding bagi pasangan yang baru menjalani perkawinan.

Pulau Batu Berlayar


PARADISE BELITUNG TRAVEL -Pulau Batu Belayar adalah Sebuah pulau kecil dimana pada bagian tengah pulau berdiri beberapa buah batu granit besar tersusun rapi diatas pasir putih yang dikelilingi air laut nan jernih.
Tempat ini mudah dicapai menggunakan kendaraan boat nelayan sekitar 10 menit dari Pantai Tanjung Kelayang.
Bila air laut pasang maka seluruh permukaan pulau tersebut akan digenangi air laut dan saat itulah keunikan batu-batu itu seakan tampak seperti sedang berlayar. Ketika air laut surut pengunjung dapat singgah dan berjalan-jalan sambil berphoto.
Kegitan lain yang dapat dilakukan disini adalah snorkeling juga menyelam karena disekitar terdapat spot-spot wisata bawah lautnya banyak terdapat beragam terumbu karang dan jenis ikan.

Pulau Burung


PARADISE BELITUNG TRAVEL -Bila mengunjungi Pulau Lengkuas tak lengkap jika tidak singgah di Pulau Burung. Pulau yang merupakan salah satu pulau yang berada di kawasan Kabupaten Belitung ini banyak menyimpan batu-batu unik salah satunya menyerupai kepala burung. Pulau ini tidak terlalu besar namun banyak ditumbuhi pepohonan yang dijadikan tempat bagi burung elang dan camar laut untuk bersarang. Keadaan lingkungannya jauh dari hiruk pikuk kota sehingga tempat tersebut sangat ideal sebagai tempat pelarian dari rutinitas kesibukan sehari-hari. Pasir Pantai yang putih bersih dan air yang jernih cocok untuk berenang dan menyelam. Lokasi mudah dicapai sekitar 20 menit dengan boat dari Tanjung Kelayang atau dari pelabuhan nelayan Desa Tanjung Binga.

http://paradisebelitungtravel99.blogspot.co.id/
PARADISE BELITUNG TRAVEL
tour & travel partner
CV.JAYA SEJAHTERA MAKMURSIUP( Surat izin usaha pariwisata )
Nomor : 556/032/SIU-PARIWISATA/DISBUDPAR/2013SURAT KETERANGAN TERDAFTAR 
Direktorat Jenderal Pajak
Nomor : PEM-01199/WPJ.03/KP.0703/2013